Perjuangan Kasih ~ Kaum Adam

Duhai Kaum Adam...

Ciptaan insan pertama dari Rabb sebagai Imaam,
Perlindung keluargamu menjadi Mahram,
Pencari rezeki walau Siang dan Malam,
Pendidik menyampai Firman dan Sabda agar mereka faham,
Perintah AlQuran (surah Attahrim Ayat 6) Allah berfirman,
"Kuu Anfusakum Wa Ahlikum Naaran"
"Selamatkan dirimu dan keluargamu dari api neraka Jahannam"
Itulah asal fitrahmu dari awal dikau diciptakan..
Laa Takhafu... Jangan Khawatir...
Dengan Ilmu dan Adil mu dapat membina mu seorang Imaam sejati...

Duhai Kaum Adam...

Kasih Sayangmu tidak seumpama sentuhan Kaum Hawa,
Sewaktu anak mu kecil dikau paling pemberi dan pemanja,
Setelah mereka dewasa dikau paling segan malu dan kaku,
Dzahir mu... Tersurat apa yang tercatat,
Batin mu... Tersirat payah terlihat,
Perilakumu sering disalah erti dalam konklusi dan persepsi,
Marah tegas mu dianggap benci,
Diam dingin mu disangka tidak peduli,
Keras kasar mu ditafsir tidak mencintai....
Laa ba’sa... Tidak mengapa...
KeSETIAan keluarga mu tetap terus mengenali dan memahami mu...

Duhai Kaum Adam...

Namun mungkin...
Dikau ibarat Doktor membedahi,
Menyakitkan tapi demi Menyembuhi,
Merasa pahit tapi demi Mengubati,
Keras tertekan tapi demi Menyelamati,
Namun tatkala.....
Ketika keluarga mu tidur terlena mimpi,
Dalam sembunyi Dikau perhati menghayati,
Ratap mu kesali kesalahan kelemahan diri,
Mengangkat harapan tangan mu yang dah tercemar mentari,
Dengan haru doa mu semoga mereka diberkah ilahi...
Laa Tahzan... Jangan bersedih...
KeSABARan keluarga mu...
Akan membuah kebaikan dan nikmat menjadi Rahmah...
Keburukkan dan musibah menjadi Hikmah...

Duhai Kaum Adam...

Dikau melembur keringat tanpa kenal Payah dan Penat,
Walau kadang Sakit mu perit datang menyengat,
Jatuh tersungkur mu tetap berdiri tegap semangat,
Bimbang resah mu tersimpan tanpa luahan,
Agar mereka tenang tidak terbeban,
Sedih pilu mu tertutup terpendam,
Agar mereka tidak hilang harapan berhati muram,
Jasa mu selalu diterbelakang dan diterlupakan,
Namun hanya kesolehan keluarga mu tetap mendepankan dan memuliakan,
Kewujudan mu penyempurna istana keluarga bahagia,
Ketiadaan mu umpama pincang cacatnya anggota.....
Laa Tastaslimu... Jangan berputus asa...
KeIKHLASan ahli keluarga mu...
Tetap menghormati menjadi tulang belakang mu tanpa jemu...

Duhai Kaum Adam...

Bila Dikau dianggap dungu berdosa,
Terokai Ilmu Furqaan mu dekatkan diri pada Maha Esa,
Bila Dikau dianggap gagal tak sempurna,
Tingkati keperluan dunia mu dengan Taqwa,
Bila Dikau dianggap diam membosan,
Maka komunikasi Ikhlas mu jadi berkesan,
Bila Dikau dianggap bengis menakutkan,
Maka Tawadhu' Iman mu melembutkan,
Bila Dikau dianggap Egois dan membingitkan,
Maka rendahkan sayap Akhlaq mu menyenangkan....
Laa Taghdhob... Jangan lah Marah...
KeREDHOan ahli keluarga mu tetap menerima kurang dan khilaf mu...

Duhai Kaum Adam...

Malangnya..... Ironisnya.... Setelah Zaman Berubah....
Pabila manusia melanggar fitrah Ilahi,
Pabila kaum Hawa mendahului Kaum lelaki,
Dikau terjatuh dalam ekonomi dan kepimpinan keluarga,
Dikau dikutuk dipandang sinis sebelah mata,
Inilah ancaman peringatan Maha Kuasa,
Pabila manusia melampaui batas mengalih kebenaran dari tempat asalnya,
Maka tunggulah kerusakan musibah melanda bertimpa,
Sungguh... Setiap sesuatu keburukan punca dari tangan manusia sendiri,
Tiada siapapun yang boleh dipersalahi.....
Laa Tansa... Janganlah Lupa...
Peringatan Allah agar dijadikan pedoman dan amalan...